ABDUL CHAER LINGUISTIK UMUM PDF

January 7, Linguistik adalah ilmu bahasa , atau telaah ilmiah mengenai bahasa manusia Linguistik juga sering disebut lingistik umum general linguistics karena linguistik tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja seperti bahasa jawa , melainkan mengkaji bahasa pada umumnya. Linguistik umum adalah linguistik yang mempelajari : kaidah-kaidah bahasa secara umum, bukan bahasa tertentu. Langue : artinya suatu bahasa tertentu, seperti bahasa arab, bahasa inggris, atau bahasa jawa Parole : adalah bahasa dalam wujudnya yang konkret yang berupa ujaran. Kata bahasa yang terdapat pada kalimat bisa menunjuk pada beberapa arti atau kategori lain.

Author:Brakus Meztir
Country:Cayman Islands
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):8 September 2014
Pages:56
PDF File Size:8.71 Mb
ePub File Size:3.37 Mb
ISBN:811-8-58813-491-5
Downloads:65562
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shataxe



Psikolinguistik terapan dll. Induk Disiplin Psikolinguistik Psikolinguistik merupakan gabungan dari psikologi dan linguistik,maka muncul pertanyaan :apa induk disiplin psikolinguistik itu,linguistik atau psikologi. Aliran empirisme malakukan kajian terhadap data empiris atau objek yang dapat diobservasi dengan cara menganalisis unsur-unsur pembentukannya sampai yang sekecil-kecilnya. Oleh karena itu, aliran ini disebut bersifat atomestik, dan lazim dikaitkan dengan asosianisme dan positivisme.

Menurutnya psikologi dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat dalam pengkajian bahasa. Linguistik dalam psikologi Dalam sejarah perkembangan psikologi ada sejumlah pakar psikologi yang menaruh perhatian pada linguistik. Beliau telah mengkaji bahasa dan perkembangannya dengan cara menafsirkan analisis linguistik bahasa kanak-kanak berdasarkan prinsip-prinsip psikologi.

Beliau menyatakan bahwa bahasa adalah alat untuk melahirkan pikiran. Psikolinguistik sebagai disiplin mandiri Secara formal kelahiran psikolinguistik ditandai dengan dibukanya satu program khusus psikolinguistik pada tahun oleh R.

Sarjana pertama Ph. Tiga generasi dalam psikolinguistik. Psikolinguistik generasi kedua Menurut Mehler dan Noizet, psikolinguistik generasi kedua telah dpat mengatasi ciri-ciri otomistik dari psikolinguistik Osgood-Sebeok. Psikolinguistik generasi kedua berpendapat bahwa dalam proses berbahasa bukanlah butir-butir bahasa yang diperoleh, melainkan kaidah dan sistem kaidahlah yang diperoleh. Asal usul bahasa Menurut pendapat F. Condillac seorang filsuf bangsa prancis berpendapat bahwa bahasa itu berasal dari teriakkan-teriakan dan gerak-gerik badan yang bersifat naluri yang dibangkitkan oleh perasaan atau emosi yang kuat Menurut pendapat Von schlegel, seorang ahli filsafat bangsa jerman, berpendapat bahwa bahasa-bahasa yang ada di dunia ini tidak mungkin bersumber satu bahasa.

Ada bahasa yang lahir dari onomatope, ada yang lahir dari kesadaran manusia dan sebagainya. Michel, Struktur bahasa a. Tata bahasa Menurut teori linguistik generatif-transformasi setiap tata bahasa suatu bahasa terdiri dari tiga buah komponen fonologi, komponen sintaksis, dan komponen semantik.

Struktur dalam adalah struktur kalimat itu secara abstrak yang berada didalam otak penutur sebelum kalimat itu diucapkan. Struktur luar adalah struktur kalimat itu ketika diucapkan yang dapat kita dengar. Jadi bersifat kongkrit. Komponen tata bahasa 1. Komponen sintaksis Menurut teori ini sintaksis merupakan komponen komponen sentral dalam pembentukan kalimat, disamping komponen semantik dan komponen fonologi. Komponen semantik Teori linguistik generatif transformasi standar mengakui bahwa makna suatu kalimat sangat tergantung pada beberapa faktor yang saling berkaitan dengan lainnya.

Antara lain a makna leksikal kata yang membentuk kalimat, b urutan kata dalam organisasi kalimat, c intonasi, cara kalimat diucapkan atau dituliskan, d konteks situasi tempat kalimat itu diucapkan, e kalimat sebelum dan sesudah yang menyertai kalimat itu, dan f faktor-faktor lain. Komponen fonologi Komponen fonologi adalah sistem bunyi suatu bahasa. Teori wilhelm Von Humboldt Wilhelm von humboldt,sarjana jerman abad ke,menekankan adanya ketergantungan pemikiran manusia pada bahasa.

Teori Jean Peaget Berbeda dengan pendapat sapir dan whorf, piaget, sarjana perancis, berpendapat justru pikiranlah yang membentuk bahasa. Teori L. Vygotsky Vygotsky sarjana bangsa rusia,berpendapat adanya satu tahap perkembanagan bahasa sebelom adanya fikiran.

Teori Noam Chomsky Mengenai hubungan bahasa dan pemikiran noam chomsky mengajukan kembali teori klsik yang disebut hipotesisi nurani chomsky,,, 6.

Teori Eric Lenneberg Berkenan dengan masalah hubungan bahasa dan pemikiran,eric lennerberg mengajukan teori yang di sebut teori kemampuan bahasa khusu lennerberg, Teori brune Berkenaan dengan masalah hubungan bahasa dan pemikiran,bruner memperkenalkan teori yang di sebut teori instrumentalisme,menurut teori ini bahasa adalah alat pada manusia untuk mengembangkan dan menyempurnakan pemikiran itu 8. Kekontroversialan Hipotesis Sapir-Whorf Teori-teori atau hipotesis-hipotesis yang dibicarakan di atas tampak cendrung saling bertentangan.

Di antara teori atau hipotesis diatas, barang kali hipotesis Safir-Whorf lah yang paling kontroversial. Hipotesis ini yang menyatakan bahwa jalan pikiran dan kebudayaan suatu masyrakat di tentukan atau dipengaruhi oleh struktur bahasanya, banyak menimbilkan kritik dan reaksi hebat dari para ahli filsafat, linguistik, psikologi, psikolinguistik, antropologi, dan lain-lain.

Carroll Untuk menguji hipotesis Sapir-Whorf itu, Farb mengadakan peneltian terhadap sejumlah wanita Jepang yang menikah dengan orang Amerika dan tinggal di Fransisco, Amerika. Dari penelititan itu, Farb menarik kesimpulan bahwa bahasa bukan menyebabkan perbedaan-perbedaan kebudayaan, tetapi hanya mencermikan kebudayaan tersebut.

Bahasa jepang menceminkan kebudayaan Jepang, dan bahasa Inggris mencerminkan kebudyaan Inggris. Mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan, dalam teori-teori diatas kiranya memang tampak kurang dibicarakan. Hal ini karena adanya pendapat umum di anatara Kuntjaraningrat, , Masinambou, Suatu permasalaha lagi dari persoalan hubungan bahasa, pemikiran, dan kebudayaan ini adalah apa bedanya kebudayaan dengan pemikiran atau pemandangan hidup Weltanschaung.

Bukankah kebudayaan itu sama dengan pandangan hidup? Masalah ini sukar dijawab; para sarjanapun berbeda pendapat mengenai hal ini. Namun, satu hal yang tidak dapat disanggah oleh siapapun, bahwa kebudayaan adalah milik suatu masyarakat, sedangkan pemikiran adalah milik perseorangan. Anggota-anggota masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama sering memiliki pemikiran atau pandangan. Teori Ferdinand De Saussure Ferdinand De Saussure adalah seorang linguis Swiss yang sering disebut-sebut sebagai bapak atau pelopor Linguistik Modern karena pandangan-pandangannya yang baru mengenai studi bahasa.

De Saussure menjelaskan bahwa perilaku bertutur atau tindak tutur sebagai satu rangkaian hubungan antara dua orang tau lebih, seperti antara A dan B. Perilaku ini terdiri dari dua kegiatan yaitu bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar dibatasi oleh mulut dan telinga sedangkan bagian dalam oleh jiwa atau akal yang terdapat dalam otak pembicara dan pendengar.

Menurut De Saussure linguistik murni mengkaji langue, bukan parole maupun langage. Teori linguistik De Saussure tidak mengikutsertakan parole.

Alasan De Saussure mengkaji langue adalah sebagai berikut. Langue bersifat sosial sedangkan parole bersifat individual. Kedua sifat ini saling bertentangan. Langue berada di dalam otak. Belajar langue bersifat sosial dalam pengertian sinkronik, sedangkan parole bersifat idiosinkronik karena ditentukan secara perseorangan.

Langue itu bersifat abstrak dan tersembunyi di dalam otak sedangkan parole selalu bergantung pada kemauan penutur dan bersifat intelektual. Langue adalah pasif sedangkan parole adalah aktif. Jadi, menurut De Saussure linguistik haruslah mengkaji langue karena adalah fakta sosial sedangkan parole merupakan perlakuan individual, dan hanya merupakan embrio dari langage.

Tanda linguistik seperti yang disebutkan dalam definisi di atas mempersatukan sebuah konsep dengan sebuah imaji bunyi.

Jadi, bukan mempersatukan nama dengan benda seperti nama pohon dengan sebuah pohon sebagai bendanya. Teori Leonard Bloomfield Leonard Bloomfield seorang tokoh lingbuistik Amerika, sebelum mengikuti aliran behaviorisme dari Watson dan Swiss, adalah penganut paham mentalisme yang sejalan dengan teori psikologi Wundt. Kemudian beliau menentang mentalisme dan mengikuti aliran perilaku atau behaviorisme.

Setiap bentuk adalah sebuah kesatuan isyarat yang dibentuk oleh fonem-fonem bloomfield, ; Fonem adalah satuan bunyi terkecil dan distingtif dalam leksikon suatu bahasa seperti bunyi [u] pada kata bahasa indonesia [bakul] karena kedua kata itu [bakul] dan [bakal]. Di sini kita lihat berbedanya bunyi [u] dari bunyi [a]. Frase adalah unit yang tidak minimum yang terdiri dari dua bentuk bebas atau lebih. Kalimat adalah ujaran yang tidak merupakan bagian dari ujaran lain dan merupakan satu ujaran yang maksimum.

Bloofield dalam analisisnya berusaha memenggal-menggal bagian-bagian bahasa itu, serta menjelaskan hakiakt hubungan di antara bagian-bagian itu. Teori John Rupert Firth John Rupert Firth adalah seorang linguis inggris yang pada tahu mendirikan linguistik deskriptif di London. Menurut Firth dalam kajian linguistik yang paling penting adalah konteks.

Tiap-tiap konteks mempunyai peranan sebagai lingkungan untuk unsur-unsur Tiap tingkat bahasa itu. Sebagai linguis Firth dikenal juga sebagai tokoh analisi prosodi atau fonologi prosodi. Menurutnya analisi prosodi dapat digunakan untuk menganalisis bahasa dan membuat pernyataan-pernyataan yang sistematis dari analisis ini yang didasarkan pada penelitian yang mendalam terhadap data bahasa serta menggunakan istilah-istilah dan kategori-kategori yang sesuai.

Secara singkat bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prosodi menurut teori Firth adalah struktur kata beserta ciri-ciri khas lagu kata itu sebagai sifat-sifat abstraksi tersendiri dalam keseluruhan fonologi bahasa itu.

DE VRIJE WIL BESTAAT NIET VICTOR LAMME PDF

Abdul Chaer

This website uses cookies to improve your experience. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are as essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent.

GENPRO 20E PDF

ABDUL CHAER LINGUISTIK UMUM PDF

Psikolinguistik terapan dll. Induk Disiplin Psikolinguistik Psikolinguistik merupakan gabungan dari psikologi dan linguistik,maka muncul pertanyaan :apa induk disiplin psikolinguistik itu,linguistik atau psikologi. Aliran empirisme malakukan kajian terhadap data empiris atau objek yang dapat diobservasi dengan cara menganalisis unsur-unsur pembentukannya sampai yang sekecil-kecilnya. Oleh karena itu, aliran ini disebut bersifat atomestik, dan lazim dikaitkan dengan asosianisme dan positivisme. Menurutnya psikologi dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat dalam pengkajian bahasa. Linguistik dalam psikologi Dalam sejarah perkembangan psikologi ada sejumlah pakar psikologi yang menaruh perhatian pada linguistik.

Related Articles