AGAMA ZOROASTER PDF

JoJolar Ahmadi Muslims view Zoroaster as a Prophet of God and describe the expressions agamw Ahura Mazda, the god of goodness, and Ahraman, the god of evil, as merely referring to the coexistence of forces of good and evil enabling humans to exercise free will. Thus, we are not the slaves or servants of Ahura Mazda, but we can make a personal choice to be his co-workers, thereby refreshing the world and ourselves. In other projects Wikimedia Commons Wikiquote Wikisource. There is no consensus on the dating of Zoroaster, the Avesta gives no direct information about it, while historical sources are conflicting.

Author:Shaktimuro Gorg
Country:Burundi
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):1 June 2012
Pages:151
PDF File Size:9.59 Mb
ePub File Size:2.54 Mb
ISBN:118-5-69877-708-2
Downloads:39468
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fekree



Latar Belakang Agama Adalah adalah sistem yang mengatur tata keimanan kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Sebenarnya, anatara keduanya tedapat sedikit perbedaan. Salah satu rumpun bangsa Arya, yaitu bangsa Media, mendiami wilayah Iran bagian barat.

Sementara rumpun bangsa Arya yang lainnya, yaitu bangsa Persia, mendiami bagian selatan wilayah tersebut. Sejak saat itu, wilayah Iran di kenal dengan nama Persia. Bab pertama yaitu pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode, dan sistematika penulisan. Bab terakhir yaitu bab penutup yang berisi kesimpulan dari isi makalah. Sejarah dan Perkembangan Agama Zoroaster Agama Zoroaster, di kenal di dunia Barat dengan nama Zoroastrianism karena nabinya dari agama ini adalah Zarathutra.

Zarathustra lahir di Sebelah Utara tanah Iran, tepatnya di kota Azarbaijan. Tinggal seorang lelaki bernama Porushop Spitama, dari suku spitama, bersama istrinya Dughdova yang cantik jelita yang ketika itu masih berusia 15 tahun. Isterinya yang belum dijamah suaminya itu melahirkan seorang putera yang diberi nama Zarathustra. Pada saat kelahiran bayi itu kepala kaum majus di tanah Iran bernama Durashan mendadak gemetar ketakutan amat sangat dan beroleh firasat bahwa seorang bayi baru telah lahir kedunia yang kelak akan menghancurkan agama majusi beserta pemujaaan berhala dan akan memusnahkan kaum majus dari permukaan bumi.

Di lihat dari perkiraan tahun tersebut, tampaknya Agama Zoroaster merupakan salah satu agama wahyu yang tertua yang masih hidup sampai sekarang. Agama ini pernah menjadi agama negara bagi tiga kerajaan besar di Iran yang hidup dan berkembang hampir berkesinambungan sejak abad ke-6 SM sampai abad ke-7 M, serta banyak menguasai daerah Timur Dekat dan Tengah.

Tentunya pelajaran tersebut menyangkut tentang cara beribadah, ajaran-ajaran pokok agama, hapalan-hapalan doa dan pujian pujian kepada Tuhan.

Sewaktu masih kecil diceritakan, ia sangat cerdas dan tangkas bicara sehingga teman-temannya sangat segan kepadanya. Orang Iran berpendapat bahwa kematangan atau kedewasaan seseorang itu tercapai pada usia 15 tahun, dan pada sekitar usia itu pula lah Zarathustra mulai menjadi pendeta.

Menjelang umur 20 tahun ia gemar mengembara kesana kemari serta memberikan bantuan kepada orang yang melarat dan kesusahan. Dan pada usia 20 tahun ia pun dikawainkan oleh ibunya dengan seorang gadis bernama Havivi.

Pada usia 30 tahun, Zarathustra menerima wahyu yang peratama. Diceritakan bahwa suatu ketika ia sedang berada di suatu perkumpulan untuk merayakan musim semi. Ia pergi saat fajar ke sungai utnuk mengambil air bagi keperluan upacara haoma. Ia menyebrang ke tengah sungai untuk mengambil air dari aliran yang ada di tengah. Ia melihat bayang-bayang.

Di tepian sungai dia melihat suatu zat yang berkilauan yang menyebut diri sebagai Vohu Manah itikad baik , yang kemudian membawanya kehadapan Tuhan Ahura Mazda serta lima bentuk badan yang bersinar.

Dihadapan mereka, Zarathustra tidak melihat bayangannnya karena mereka memancarkan cahaya yang terang benderang. Dan saat itulah ia menerima wahyu. Ia mengajarkan tentang kodrat Maha Tunggal yang bijaksana yang tak dapat disaksikan dan dilihat dan diraba, dan hal tersebut direspon dengan ejekan dan penghinaan, ia banyak bersabar dan terus memprcayai janji dari Ahura Mazda, hingga pada akhirnya ia memanjatkan permohonan dan kemudian keluar perintah agar ia hijrah dari sana, Akhirnya pada tahun keduabelas kenabiannya, beliau meninggalkan tanah kelahirnya dan mengembara ke Timur, mula-mula ke Seista, dan selanjutnya ke Bactria yang diperintah oleh seorang raja bijaksana, Vishtaspa.

Zarathushtra senantiasa menginginkan untuk memperoleh pengikut yang bijak dan berkuasa untuk menunjang missinya. Raja Vishtaspa itu, yang dalam literature di Barat dikenal dengan Kings Hystaspes, berasal dari keluarga Hakkham. Seorang cucunya yaitu Cyrus the Great SM berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil diseluruh wilayah Iran dan membangun sebuah Imperium Parsi yang dikenal dengan dinasti Hakkham SM , dan dunia Barat mengenalnya dengan dinasti Achaemenids.

Ibukotanya yang semula terletak di kota Balkh di pindahkan ke kota Sussa di sebelah timur sungai Tigris, kemudian ke Persepolis Istakhri. Yang berubah-rubah hanya nama Tuhan yang tunggal untuk seluruh alam. Setiap bangsa menyebutnya dengan nama yang diinginkan. Diriwayatkan bahwa Zarathushtra telah melakukan beberapa mukjizat di hadapan Sang Raja dan para Menterinya, serta melakukan diskusi yang lama dengan para cendekiawan di sana.

Salah satu mukjizat yang ia tunjukkan yakni, dia mampu membuat sebuah lingkaran dengan tepat tanpa alat, padahal menurut ahli ilmu ukur hali itu tidak mungkin bisa dilakukan. Kemudian, mukjizatlainnya, ia pernah bertemu seorang buta, kemudian dia meminta jenis rumput tertentu untuk diperaskan di kedua mata si buta, dan si buta itu pun bisa melihat.

Massa rakyat mengikuti kebangkitan para pemimpinnya, dan agama Zoroaster segera tegak sebagai agama Iran. Sukses yang mendadak dari agama yang baru ini memacu jalan ke arah peperangan antara Iran dan Turan. Zarathushtra tidak percaya dengan penggunaan senjata dalam menarik pengikut kepada agamanya. Beliau hanya mengizinkan perang untuk membela diri guna menjaga agama dan para pengikutnya dari kekejaman orang lain.

Beliau hidup dalam kesetiaan yang tak terbagi dan kebaktian kepada Tuhan yang bijaksana dan benar. Beliau adalah seorang yang penuh kesalehan, dan agamanya tidak bernafaskan lain kecuali kasih kepada yang menderita dan cinta kepada kebenaran. Dan konon pada saat serangan itulah Zarathustra meninggal ditikam oleh askar Turania. Zarathustra sewaktu wafatnya meniggalkan 3 istri, 3 puteri, dan 3 putra.

Keimanan yang paling pokok dalam agama ini adalah pengakuan terhadap Ahura Mazda, terhadap kodrat yang maha tunggal dan maha bijaksana. Menurut Zarathustra alam semesta ini dikuasai oleh kodrat Maha Bijaksana Ahura Mazda yang Maha bijaksana senantiasa berhadapan dengan kodrat angkara murka angro mainyu.

Agar manusia memproleh keselamatan haruslah menundukkan diri sepenuhnya kepada Ahura Mazda. Pada masa inilah imperium parsi itu ditaklukkan oleh Alexander the Great SM dari Macedonia dan lalu berlangsung Hellenisasi yang intensif diseluruh wilayah Iran. Setelah raja-raja Achaemenids itu pertumbuhan kekuasaannya sampai pada masa tumbangnya terbagiatas 3 tahap masa, yaitu: 1.

Masa sebelum masehi, yaitu dalam mansa tahun merupakan masa pertumbuhan kekuasaan dan pengembangan agama Zarathustra. Masa sebelum masehi, yaitu dalam masa 65 tahun merupakan masa perluasan kekuasaan dan perluasan pengaruh agama Zarathustra.

Masa sebelum masehi, yaitu dalam masa tahun merupakan masa sengketa yang terus menerus dengan pihak Grik. Di Persia, selain Zoroaster, terdapat pula Madzab keagamaan dan ritual lain, seperti Maniisme [12] , penyembah api, dan Madzhab Mazdak. Madzhab Mazdak ini yang menggugurkan hak kepemilikan individu.

Penganutnya meyakini kepemilikan bersama, termasuk perempuan dan harta serat menghapus tradisi pernikahan. Ajaran Mazdak pernah dianut dan dijalankan oleh seorang Raja Dinasti Sasanid. Baik Zoroaster,maupun Madzhab-Madzhab keagamaan Persia yang lainnya, ternyata memiliki pengaruh yang cukup kuat bagi tradisi agama Yahudi, khususnya konsep kehidupan akhirat dan adanya Messiah.

Dikatakan, Jemaah Asiniyyah, salah satu sekte Yahudi, sangat terpengaruh kuat oleh ajaran Zoroaster, terutama dalam konsep-konsep dualisme, seperti peperangan antara kebaikan dan kejahatan. Kelompok ini sering dibandingkan dengan kelompok Yahudi. Dan itulah perkembangan terakhir dari agama Zarathustra sepanjang sejarahnya semenjak 12 abad lamanya, lantas terdesak oleh pengaruh agama Islam di tanah Iran.

Sesudah ditaklukkan Arab di sekitar abad ke-7 M, sebagian besar penduduk Persia lambat laun memeluk agama Islam dalam beberapa hal dengan kekerasan, walau pada prinsipnya kaum Muslimin punya sikap toleran kepada agama lain.

Sekitar abad ke, sebagian sisa penganut agama Zoroaster lari dari Iran ke Hormuz, sebuah pulau di teluk Persia. Dari sana mereka atau turunannya pergi ke India tempat mereka mendirikan semacam koloni. Orang Hindu menyebut mereka Parsees karena asal mereka dari Persia. Kini ada sekitar l Zoroastrianisme tak pernah melenyap seluruhnya di Iran; hanya sekitar Yashts atau hymne korban yang ditujukan kepada berbagai macam dewa; dan 3.

Gathas memuat ajaran-ajaran yang dikemukakan sendiri oleh Zoroaster. Sayangnya bantuan ilmu bahasa hanya berhasil sebagian dalam menangkap makna teks-teks yang kabur ini. Isi bagian kitab ini bertentangan dengan Yashts, yang merupaka langkah mundur pada paganisme.

Dalam Yashts ditemukan suatu konsep politeisme yang mirip dengan konsep yang terdapat dalam kitab suci agama Hindu, Rig-Veda. Konsep Politeisme inilah yang di tentang oleh Zoroaster.

Baik dalam Yashts mauoun dalam Rig-Veda dijumpai sejumlah besar dewa dan setengah dewa. Manusia pada asalnya, adalah wujud gaib, dna rohnya, dalam bentuk Fravashi atau Fravahr,ada sebelum jasmaninya.

Baik jasad maupun rohnya adalah ciptaan Ohrmazd Ahura Mazda , dan roh tidak bersifat abadi. Manusia adalah milik Tuhan dan kepada-Nya dia akan kembali. Syetan atau Ahriman adalah penentang Tuhan. Dia seperti Tuhan adalah roh gaib murni; dia dan Ohrmazd adalah musuh abadi, cepatatau lambat pertarungan anatar keduanya tidak akan terelakkan. Penciptaan atau makhluk bagi-Nya merupakan suatu kebutuhan bagi pertarungan-Nya melawan syetan, dan manusia berada di garis depan pertempuran ini. Dalam hal ini manusia tidak di paksa Tuhan tetapi karena dia bebas dan sukarela menerima peran ini ketika ditawarkan kepadanya.

Di dunia setiap orang bebas memilih baik atau buruk. Hal ini dapat diwujudkan dengan senantiasa melakukan kebaikan, berkahlak mulia,serta menerapkan hukum dan undang-undang dalam kehidupan mereka sehari-hari. Semua itu dilandaskan atas kebebasan untuk memilih.

Siapa yang memilih kebaikan dan kebenaran, maka dia akan menuai hasilnyadi kehidupan dan akhirat yang abadi kelak. Adapun orang yang membela kejahatan dan kedustaan, dia pun akan mendapatkan siksa di neraka yang abadi. Di dunia, manusia mempunyai kewajiban untuk hidup berumahtangga dengan mempuyai istri dan mempunyai anak. Semakin banyak manusia adalah semakin baik karena akan semakin mudah untuk mengalahkan Ahriman.

Mulanya, keyakinan Zoroaster hanya mencakup monoteisme saja. Namun, seiring berkembangnya, keyakinan agama ini juga meliputi paganisme. Ali Abdul Wahid Wafi, seorang sejarawan muslim kontemporer, mengatakan bahwa zarathustra, meyerukan ajaran monotaisme untuk menyembah Tuhan yang tunggal , pencipta segala sesuatu dan segala alam, baik yang berupa esensi ruh maupun materi maddah. Menurut penganut Zoroaster, Dzat Ahura Mazda adalah esensi murni yang suci dari segala bentuk materi, yang tak dapat dilihat oleh pandangan mata dan tidak dapat ditangkap kedzatannya oleh akal manusia.

Oleh karena itu Zoroasternisme pun membuat rumusan tentang hakikat ketuhanan Dzat Ahura Mazda dengan dua rumus penting. Rumus pertama bersifat transenden Samawi yang disimbolkan dengan matahari, dan rumus yang kedua bersifat imanen Ardhi yang disimbolkan dengan api. Keduanya adalah unsur yang memancarkan cahaya, menerangi semesta, suci, serta tidak dapat terkontaminasi oleh hal-halyang buruk dan segala bentuk kerusakan.

Kepada cahayalah kehidupan semestaraya ini bergantung. Sifat inilah yang paling mendekati untuk digambarkan oleh akal manusia akan sifat pencipta. Anggapan sakral dan cara pengikut Zoroaster menyucikan api inilah yang pada akhirnya menjadikan agama tersebut bergeser dari monoteisme ke paganisme. Zoroaster pun berubah menjadi agama panteisme hulul dan paganisme.

2006 CHEVROLET AVEO OWNER MANUAL PDF

AGAMA ZOROASTER PDF

Latar Belakang Agama Adalah adalah sistem yang mengatur tata keimanan kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Sebenarnya, anatara keduanya tedapat sedikit perbedaan. Salah satu rumpun bangsa Arya, yaitu bangsa Media, mendiami wilayah Iran bagian barat. Sementara rumpun bangsa Arya yang lainnya, yaitu bangsa Persia, mendiami bagian selatan wilayah tersebut. Sejak saat itu, wilayah Iran di kenal dengan nama Persia.

2493HM MANUAL PDF

Zarathustra

Zolonris Banyak yang pindah keyakinan, beberapa mengelabuhi untuk menghindari penyalahgunaan sistematis dan diskriminasi oleh hukum negara. Please help improve it or discuss these issues on the talk page. The figure is standing on a lotus, with a baresman in hand and with a gloriole around his head. The apostate Zaradusht then eventually made his way to Balkh present day Afghanistan where he converted Bishtasb i. Sozial- und Wirtschaftsgeschichte Nordwestirans im Vishtaspawho in turn compelled his subjects to adopt the religion of the Magians. Zoroaster was known as a sage, magician, and miracle-worker in post-Classical Western culture.

Related Articles