FORMULASI SUSPENSION PDF

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dan penilaian mata kuliah Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Liquid. Kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Yuli Ainun Najih, M. Farm dan Hajar Sugihantoro, S.

Author:Goll Dolabar
Country:Russian Federation
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):3 November 2004
Pages:438
PDF File Size:15.72 Mb
ePub File Size:3.86 Mb
ISBN:806-9-47794-421-8
Downloads:65054
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kirr



Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dan penilaian mata kuliah Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Liquid. Kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Yuli Ainun Najih, M. Farm dan Hajar Sugihantoro, S. Semua pihak yang membantu hingga makalah ini selesai Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari sistematika, isi , penulisan dan lain-lain. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, sehingga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi mahasiswa S1-Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sistem terdispersi terdiri dari partikel kecil yang dikenal sebagai fase dispersi, terdistribusi keseluruh medium kontinu atau medium dispersi. Untuk menjamin stabilitas suspensi umumnya ditambahkan bahan tambahan yang disebut bahan pensuspensi atau suspending agent.

Paracetamol digunakan sebagai analgetik antipiretik. Siatem terdispers terdiri dari partikel kecil yang dikenal sebagai fase dispers, terdistribusi keseluruh medium kontinu atau medium dispersi.

Suspensi Oral adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat yangterdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukkanuntuk penggunaan oral. Suspensi Topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yangterdispersi dalam pembawa cair yang ditujukkan untuk penggunaan pada kulit. Suspensi Optalmik adalah sediaan cair steril yang mengandung partikel- partikel yang terdispersi dalam cairan pembawa yang ditujukkan untuk penggunaan pada mata.

Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair yang mengandung partikel-partikelhalus yang ditujukkan untuk diteteskan pada telinga bagian luar. Suspensi untuk injeksi adalah sediaan berupa suspensi serbuk dalam mediumcair yang sesuai dan tidak disuntikan secara intravena atau kedalam saluran spinal.

Suspensi untuk injeksi terkontinyu adalah sediaan padat kering dengan bahan pembawa yang sesuai untuk membentuk larutan yang memenuhi semua 3 persyaratanuntuk suspensi steril setelah penambahan bahan pembawa yang sesuai. Ukuran partikel Ukuran pertikel erat hubungannya dengan luas penampang dan daya tekan ke atas cairan suspensi tersebut. Hubungan antara ukuran partikel berbanding terbalik dengan luas penampang.

Sedangkan luas penampang dan daya tekan ke atas merupakan hubungan yang linear. Artinya semakin besar ukuran partikel semakin kecil luas penampangnya, sedangkan semakin besar luas penampang maka daya tekan keatas cairan akan semakin menghambat gerakan partikel untuk mengendap. Kekentalan viscositas Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin kental suatu cairan maka kecepatan alirannya makin turun.

Kecepatan aliran dari cairan tersebut akan mempengaruhi pula gerakan turunnya partikel yang terdapat didalamnya. Dengan menambah viskositas cairan gerakan turun yang dikandungnya akan diperlambat.

Tetapi perlu diingat bahwa kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang. Jumlah partikel konsentrasi 4 Apabila didalam ruangan berisi partikel dengan jumlah besar, maka partikel akan susah melakukan gerakan bebas karena terjadi benturan antara partikel tersebut. Dengan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi antar bahan yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut. Karena bahan tersebut sudah merupakan sifat alam, maka kita tidak dapat mempengaruhinya.

Stabilitas fisik suspensi farmasi didefinikan sebagai kondisi suspensi dimana partikel tidak mengalami agregasi dan tetap terdistribusi merata. Bila partikel mengendap mereka akan mudah tersuspensi kembali dengan pengocokan yang ringan. Partikel yang mengendap ada kemungkinan dapat saling melekat oleh suatu kekuatan untuk membentuk agregat dan selanjutnya membentuk compacted cake dan peristiwa ini disebut caking.

Dilihat dari faktor tersebut diatas, faktor konsentrasi dan sifat dari partikel merupakan faktor yang tetap, artinya tidak dapat diubah lagi karena konsentrasi merupakan faktor yang tetap, artinya tidak dapat diubah lagi karena konsentrasi merupakan jumlah obat yang tertulis dalam resep dan sifat partikel merupakan sifat alam.

Yang dapat diubah atau disesuaikan adalah ukuran partikel dan viskositas. Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan mixer, homogeniser, colloid mill, dan mortier. Sedangkan viskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan penambahan zat pengental suspending agent yang dapat larut dalam cairan tersebut, umumnya bersifat mudah berkembang dalam air hidrokoloid 2.

Mekanisme kerja suspending agent adalah untuk memperbesar kekentalan viskositas , tetapi kekentalan yang berlebihan akan mempersulit rekonstitusi dengan pengocokan. Suspending agent dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu : 1. Dengan terbentuk mucilago maka viskositas bertambah dan menambah stabilitas suspensi. Kekentalan mucilago dipengaruhi oleh panas, PH, dan proses fementasi bakteri.

Termasuk golongan gom : - Acasia pulvis gummi arabici Didapat sebagai eksudat tanaman akasia sp, dapat larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, bersifat asam.

Viskositas optimum dari mucilagonya antara pH Dengan penambahan suatu zat yang menyebabkan Ph tersebut menjadi diluar akan menyebabkan penurunan viskositas yang nyata. Gom ini mudah dirusak bakteri sehingga harus ditambahkan zat pengawet preservattive.

Ekstrak dari chondrus disebut caragen, yang banyak dipakai oleh industri makanan. Caragen merupakan derivat dari saccharida, mudah dirusak bakteri, jadi perlu penambahan bahan pengawet. Tragacanth sangat lambat mengalami hidrasi, untuk mempercepat hidrasi biasanya dilakukan pemanasan. Mucilago tragacanth lebih kental dari mucilago gom arab. Mucilago 6 tragacanth baik sebagai stabilisator suspensi saja, tetapi bukan sebagai emulgator. Dalam perdagangan terdapat dalam bentuk garamnya yakni Natrium Alginat.

Algin adalah senyawa organik yang mudah mengalami fermentasi bakteri sehingga suspensi ini memerlukan bahan pengawet. Dari alam bukan gom Adalah tanah liat. Tanah liat yang sering dipergunakan untuk tujuan menambah stabilitas suspensi ada 3 macam yaitu bentonite, hectorite, dan veegum.

Apabila tanah liat dimasukkan ke dalam air, mereka akan mengembang dan mudah bergerak jika dilakukan penggojokan, peristiwa ini disebut tiksotrofi. Bahan pensuspensi sintesis a. Derivat selulosa Golongan ini meliputi metil selulosa methosol, tylose , karboksimetil selulosa CMC , hidroksil metil selulosa. Angka ini menunjukkan kemampuan menambah viskositas dari cairan yang digunakan untuk melarutannya.

Semakin besar angkanya berarti kemampuannya semakin tinggi. Golongan ini tidak diabsorbsi oleh usus halus dan tidak beracun. Dalam farmasi juga digunakan sebagai laksansia dan bahan pengahncur dalam tablet. Golongan polimer organik Yang paling terkenal adalah carbophol , merupakan serbuk putih bereaksi asam, sedikit larut dalam air, tidak beracun dan tidak mengiritasi kulit.

Sehingga banyak digunakan sebagai bahan pensuspensi. Carbophol sangat peka terhadap panas dan elektrolit. Hal tersebut mengakibatkan penurunan viskositas larutan. Metode pembuatan suspensi a. Metode dispersi Dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilago yang telah terbentuk kemudian baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada saat mendispersi serbuk dalam vehicle, hal tersebut karena adanya udara, lemak, atau kontaminan pada serbuk.

Serbuk yang sangat halus mudak kemasukkan udara sehingga sukar dibasahi. Mudah dan sukarnya serbuk terbasahi tergantung besarnya sudut kontak antara zat terdispersi dengan medium. Serbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob. Untuk menurunkan tegangan antar muka antara partikel zat padat dengan cairan tersebut perlu ditambahkan zat pembasah atau wetting agent. Metode praecipitasi Zat yang hendak didispersi dilarutkan dahulu dalam pelarut organik yang hendak dicampur dengan air.

Setelah larut dalam pelarut organik diencerkan dengan larutan pensuspensi dalam air. Akan terjadi endapan halus dan tersuspensi dengan bahan pensuspensi. Contoh cairan orgnanik : etanol, propilenglikol, dan polietilenglikol.

Sistem pembentukan suspensi a. Sistem flokulasi Dalam sistem flokulasi, partikel terflokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan pada penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali. Sistem deflokulasi Dalam sistem deflokulasi pertikel deflokulasi mengendap perlahan dan akhirnya membentuk sedimen, dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras dan sukar tersuspensi kembali. Secara umum sifat-sifat dari partikel flokulasi dan deflokulasi : 8 a.

Flokulasi 1. Partikel merupakan agregat yang bebas 2. Sedimentasi terjadi cepat 3. Sedimentasi terbentuk cepat 4. Sedimentasi tidak membentuk cake yang keras dan padat serta mudah terdispersi kembali seperti semula 5. Wujud suspensi kurang menyenangkan sebab sedimentasi tejadi cepat dan diatasnya terjadi daerah cairan yang jernih dan nyata b.

Deflokulasi 1. Partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain 2. Sedimentasi yang terjadi lambat masing-masing partikel mengendap terpisah dan ukuran partikel adalah minimal 3. Sedimentasi terbentuk lambat 4. Akhirnya sedimentasi akan membentuk cake yang keras dan sukar terdipersi lagi 5.

Ujud suspesi menyenangkan karena zat tersuspensi dalam waktu relatif lama. Terlihat bahwa ada endapan dan cairan atas berkabut.

Penggunaan prinsip- prinsip flokulasi untuk membentuk flok, meskipun terjadi cepat pengendapan, tetapi dengan penggojokan ringan mudah disuspensikan kembali. Pembuatan suspensi sistem flokulasi : 1.

Partikel diberi zat pembasah dan dispersi medium 2. Lalu ditambah zat pemflokulasi, biasanya berupa larutan elektrolit, surfaktan atau polimer 3. Diperoleh suspensi flokulasi sebagai produk akhir 4. Apabila dikendaki agar flok yang terjadi tidak cepat mengendap, maka ditambah stuctured vehicle 5. Produk akhir yang diperoleh adalah suspensi flokulasi dalam structured vehicle. Bahan ini sangat diperlukan terutama untuk suspensi yang menggunakan hidrokoloid alam, karena bahan ini sangat mudah dirusak oleh bakteri.

Seperti : butil p.

BEBEINIZI BEKLERKEN SIZI NELER BEKLER PDF

US5968906A - Sucralfate preparations - Google Patents

K Rachma Anaatu C. K Anna Amalia T. K Putik Mayangsari P. K Mardi Putri R. K Korektor : Ryan Eko H.

AMERICAN KESTRELS IN MODERN FALCONRY ESPAOL PDF

How Formula One Works

Those components include springs, dampers, arms and anti-sway bars. How Car Suspensions Work provides detailed information about each of these parts and even includes a section on Formula One suspensions. Before any race, a team will tweak suspension settings to ensure that the car can brake and corner safely, yet still deliver responsiveness of handling. Advertisement Brakes You would recognize all of the parts of the disc brakes found on Formula One cars.

Related Articles