JURNAL AMPHIBI PDF

Perbedaan Amfibi Dan Reptil Amfibi Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Amfibi adalah kelompok terkecil di antara vertebrata, dengan jumlah hanya 3.

Author:Daizilkree Mikat
Country:Somalia
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):20 August 2019
Pages:181
PDF File Size:16.37 Mb
ePub File Size:1.67 Mb
ISBN:949-1-75780-437-9
Downloads:66128
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nigal



Si, M. Identifikasi merupakan pengenalan dan deskripsi yang teliti dan tepat terhadap suatu jenis atau spesies, sedangkan klasifikasi adalah melakukan identifikasi, memberi nama dan selanjutnya mengelompokkannya dalam suatu sistem yang didasarkan pada persamaan dan taksonomi adalah salah satu cabang sistematika yang sistem penggolongannya didasarkan atas karakter yang tampak, misalnya seperti keadaan morfologi eksternal maupun internal, fisiologi, dan perkembangannya.

Oleh karena itu dengan keadaan morfologi tubuh makhluk hidup yang berbeda satu sama lainnya kita perlu mengkelompokannya.

Sistematika adalah studi untuk mempelajari keanekaragaman organisme dan hubungan evolusioner antar organisme Soesono, Pengetahuan tentang klasifikasi dan taksonomi amphibi diperlukan adanya identifikasi dari berbagai parameter morfologi dari bentuk tubuh amphibi.

Dengan melihat morfologi kita dapat mengelompokan mahluk hidup. Sistem atau cara pengelompokan ini dikenal dengan istilah sistematika atau taksonomi.

Untuk mengenal amphibi kita membutuhkan pengetahuan tentang taksonomi dan proses-prosesnya seperti pembuatan klasifikasi dan identifikasi sehingga kita bisa memahami dan membedakan amphibi baik secara ordo atau famili dari amphibi dengan baik. Karena keanekaragaman dari amphibi merupakan aset nasional yang perlu diinventarisasikan jenis dan keberadaannya, distribusinya serta sifat-sifat hidupnya.

Soesono, Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk luar suatu organisme. Bentuk luar dari organisme ini merupakan salah satu ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari organisme.

Bentuk tubuh pada mahluk hidup, termasuk pada hewan air juga erat kaitannya dengan anatomi, sehingga ada baiknya sebelum melihat anatominya terlebih dahulu kita melihat bentuk tubuh atau morfologi hewan tersebut. Kunci determinasi adalah salah satu cara yang digunakan untuk pengelompokan spesies berdasarkan ciri-ciri morfologinya Iskandar, 1. Adapun manfaat yang diperoleh dari pembelajaran Taksonomi Hewan — Amphibi adalah mahasiswa mampu melakukan pengelompokkan spesies dari kelas amphibi melalui pengamatan dari segi morfologi, fisiologi, habitat, perilaku dan reproduksi dari spesies yang ada.

Mahasiswa juga mampu mengelompokkan spesies tersebut dengan membaca kunci determinasi dan mengetahui ciri-ciri, baik umum maupun khusus dari kelas amphibi. Deskripsi Amphibi Amphibi pertama kaliditemukan sekitar juta tahun yang lalu pada pertengahan zaman Devon. Makhluk-makhluk purba ini biasanya lebih besar, memiliki gigi besar, dan beberapa dengan kulit bersisik seperti reptil modern. Amphibi modern jauh lebih kecil dan telah berkembang luar biasa dari spesialisasi yang sesuai dengan habitat mereka.

Karena amphibi sangat beragam di alam, ada karakteristik yang mendefinisikan beberapa kaitan dengan semua spesies. Secara umum, amphibi dianggap sebagai makhluk hidup yang membutuhkan baik tanah dan air untuk bertahan hidup. Hal ini berlaku untuk banyak spesies, namun, makhluk hidup lainnya mungkin tidak sepenuhnya terestrial, bahkan dilahirkan di darat viviparity. Variasi ini adalah hasil dari lingkup evolusi yang luas, namun, semua amphibi berevolusi dari satu nenek moyang, dan berbagai siklus kehidupan umum, meskipun perbedaan antara spesies tertentu atau general.

Transisi dari air ke darat tampak pada morfologi amphibi seperti modifikasi tubuh untuk berjalan di darat disamping masih memiliki kemampuan berenang di dalam air , tumbuhnya kaki sebagai pengganti beberapa pasang sirip, merubah kulitnya hingga memungkinkan menghadapi suasana udara dan perubahan sistem sirkulasi untuk keperluan respirasi dengan paru-paru dan kulit, penggantian insang oleh paru-paru dan alat sensoris amphibi ini memiliki kemampuan berfungsi yang baik, di udara maupun di air.

Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut ataupun sisik dan mampu hidup di air maupun di darat. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibi mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan Zug, Pada fase berudu, amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang.

Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa, amphibi hidup di darat dan bernafas dengan paru- paru. Pada fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaan menghilang. Pada Anura, tidak ditemukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat Zug, Walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan.

Pada beberapa amphibi, misalnya anggota Plethodontidae, tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Selama hidup tetap dalam fase berudu, bernafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Tapi ada juga beberapa jenis yang hanya hidup di darat selama hidupnya. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air. Reproduksi pada amphibi ada dua macam yaitu secara eksternal pada anura pada umumnya dan internal pada Ordo Apoda.

Proses perkawinan secara eksternal dilakukan di dalam perairan yang tenang dan dangkal. Amphibi berkembang biak secara ovipar, yaitu dengan bertelur, namun ada juga beberapa famili amphibi yang vivipar, yaitu beberapa anggota ordo apoda.

Duellman and Trueb, Adapun ciri-ciri umum anggota amphibi adalah sebagai berikut: 1. Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada Apoda yang anggota geraknya tereduksi.

Tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibi yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp. Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil biasanya beracun. Pernafasan dengan insang, kulit dan paru-paru. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum. Jantung terdiri dari tiga lobi 1 ventrikel dan 2 atrium. Mempunyai struktur gigi, yaitu gigi maxilla dan gigi palatum.

Merupakan hewan poikiloterm, yaitu yaitu hewan yang suhu tubuhnya kira-kira sama dengan suhu lingkungan sekitarnya. Hewan poikiloterm suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. Ciri khusus amphibi yang tidak terdapat pada kelas lain yaitu: 1. Kulitnya yang selalu basah dan berkelenjar licin dan tidak bersisik. Memiliki 2 pasang kaki untuk berjalan atau berenang dengan jari atau lebih sedikit dan bersirip. Amphibi mempunyai 2 lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut.

Pada lubang hidung tertentu terdapat klep yang mencegah masuknya air pada saat hewan tersebut berada di dalam air. Mata amphibi berkelopak dan kelopak tersebut dapat digerakkan. Lembar gendang pendengaran terletak di sebelah luar. Mulut amphibian bergigi dan berlidah lidahnya dapat dijulurkan pada saat menangkap mangsa. Rangka tubuh amphibi sebagian besar tersusun atas tulang keras, tengkoraknya memiliki due kondil.

Apabila amphibi bertulang rusuk, maka tulang rusuk tersebut tidak menempel pada tulang dada. Jantungnya beruang 3 1 ventrikel dan 2 atrium dan memiliki 1 pasang atau tiga pasang lengkung aorta, sel darah merahnya berbentuk oval dan berinti. Selain dengan paru-paru, amphibi dewasa bernafas dengan kulit dan selaput rongga mulut. Otak amphibi memiliki 10 pasang saraf kranialis. Suhu tubuh amphibi tergantung dari lingkungannya poikilotermis Amphibi melakukan fertilisasi eksternal atau internal, kebanyakan anggotanya bertelur ovipar.

Telur mempunyai kuning telur dan terbungkus zat gelatin, membelah secara holoblastis, tidak memiliki embrana embryonic. Mengalami metamorphosis sempurna dalam siklus hidupnya. Menggunakan energi lingkungannya untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm. Fertilisasi secara eksternal di air atau tempat lembab.

Pengenalan Karakteristik Amphibi Amphibi memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Pada mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna.

Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. Tempurung kepalanya sederhana dengan bagian tulang yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan ikan, tapi otot dagingnya pada kaki lebih kompleks bila dibandingkan dengan otot daging pada pina lateralis.

Salamander mempunyai caput, cervix dan truncus yang silindris atau agak pipih dorso-ventral dan mempunyai cauda yang panjang. Kintel dan katak mempunyai caput dan truncus tanpa cervix dan cauda, ekstremitas muka kecil, sedang yang belakang panjang. Caecilian tidak berkaki dan berbentuk seperti cacing, badannya seolah-olah tersusun atas gelang-gelang dan kulitnya mengandung sisik dalam. Rana pipiens atau Rana trigina mempunyai caput dan cervix yang lebar bersatu.

Pada truncus terdapat ekstremitas, seluruh tubuh terbungkus oleh kulit halus yang licin. Pada telapak tangan terdapat palm, dibawah jari pada hewan jantan terdapat penebalan terutama pada musim kawin. Ekstremitas belakang yang berupa kaki belakang terdiri atas femur paha , crus bagian bawah kaki yang terdiri atas tibia dan fibula, tarsus pergelangan kaki , pes telapak kaki yang terdiri atas meta tarsus dan phalangus jari-jari.

Penutup tubuh Rana pipiensadalah kulit yang lemas fleksibel , menutupi tubuh terhadap gangguan yang bersifat fisis dan pathologis dan bersifat menyerap air karena katak tidak minum. Kulit tersusun atas epidermis, dermis, yang terbagi dari jaringan lain. Epidermis bagian bawah merupakan lapisan germ yang selalu menghasilkan lapisan jangat yang setiap waktu bisa terkelupas. Tiap bulan selama musim hujan dibawah lapisan jangat dibentuk bahan lapisan jangat baru sebagai pengganti.

Biasanya kulit jangat yang terlepas ditelan kembali. Pada dermis terdapat jaringan ikat, di sebelah luar jaringan tersebut terdapat jaringan seperti karet busa yang mengandung banyak kelenjar dan pigmen. Bagian dalam sebelah dermis terdapat jaringan padat yang berupa jaringan ikat yang berserat-serat. Dibagian bawah dermis terdapat saraf dan pembuluh darah yang mempunyai peranan penting dalam proses pernafasan melalui kulit.

Kelenjar kulit menghasilkan sekresi yang berupa cairan untuk membasahi kulit luar. Kelenjar kulit terbagi atas dua macam, yaitu: Glandulae muccosa kelenjar lendir , yang menghasilkan lendir bening untuk memudahkan katak melepaskan diri apabila ditangkap dan Glandulae toxicon kelenjar racun , yang menghasilkan zat racun yang pada tingkat tertentu dapat secara efektif mematikan hewan lain.

Dalam kulit terdapat butir-butir pigmen dan sel pigmen chromatophora pada dermis. Macam chromatophora yaitu: Melamophora yang berisi pigmen hitam atau coklat, Lipohora yang berisi pigmen merah atau kuning, Guanophora yang berisi kristal-kristal putih. Katak melindungi diri dengan menyesuaikan warna pada lingkungan sekitarnya Jasin,

BLOQUEO DE PLEXO BRAQUIAL VIA SUPRACLAVICULAR PDF

Perbedaan Amfibi Dan Reptil Dalam Biologi

Dalam praktikum ini dilakukan pengukuran parameter anggota tubuh Amphibia. Dalam praktikum ini dipergunakan anggota dari ordo Anura diantaranya, Bufo melanostictus, Fejerverya cancrivora, Rana erithraea. Dalam praktikum ini juga dilakukan penimbangan berat sampel dan indifikasi. Selain itu pengukuran terhadap sampel yang dilakukan harus tepat.

DRIMYS BRASILIENSIS PDF

jurnal amphibi

Posting terkait: Amfibi adalah hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. Zug, Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang. Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru.

ALTO X34SW PDF

Amfibi adalah

Disk size of toes vs. Lateral view of adult female H. The arrow showed circum tympanum does not raise rim. A MZB Amp. Riyanto Figure 2.

CIRCUIT THEORY ANALYSIS AND SYNTHESIS BY A CHAKRABARTI PDF

Pengertian Jenis Dan Ciri-Ciri Amfibi Dalam Ilmu Biologi

Process Figure 2. Different approaches based in three viewpoints Study of reptile in arid climate and attention to the way of adaptation to the environment such as other field of bionic can expand in different viewpoints, this article concentrate on biological structure and the behavior of reptile which related to temperature in arid climate. Special characteristic of reptiles make them different from other group of animal which live in this climate and emphasize on the way of energy consumption give them more value to be a pattern for architects Yagil, Features which make reptiles compatible with arid climate Mohamad Zare et al. Skin of reptiles The epidermis of reptiles totally covered by keratin, the skin of reptiles have vital role in regulation of water evaporation from the skin, at the first look it seems totally dry but it can lose a lot of water, and act as an insulator for water evaporation Peck, These part of reptiles can expand to the external wall of building which has different opening part to regulate ventilation in the buildings, using smart windows which measures the temperature inside and outside of building and regulate the rate of opening can be useful for saving energy in achieving comfort condition Carlson, On the other hand skin of some reptiles can absorb water by using the humidity of air.

Related Articles