JURNAL BRYOPHYTA PDF

Suroso Adi Yudianto, M. Topik Hidayat, M. Wahyu Surakusumah, M. Judul Laporan Bryophyta B. Pelaksanaan Praktikum Hari : Selasa, 15 November Waktu : Pukul

Author:Kegar Mahn
Country:Kuwait
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):20 February 2012
Pages:107
PDF File Size:16.20 Mb
ePub File Size:6.81 Mb
ISBN:529-2-50233-169-2
Downloads:15227
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mauhn



Terdapat sekitar Sphagnum: a. Cratoneuron filicinum, termasuk lumut daun yang mengandung senyawa untuk mengobati penyakit jantung. Haplocladium catillatum: mengobati pneumonia. Lumut hati dapat melakukan reproduksi aseksual dengan sel yang disebut gemma struktur seperti mangkuk yang terdapat di permukaan gametofit. Talus berbentuk lembaran, dan tidak dapat dibedakan akar, batang dan daunnya Tumbuh dikotom bercabang dua Reproduksi secara : a.

Antheridium biasanya terbuka tidak teratur. Kapsul sporofit biasanya mengalami pemanjangan tangkai. Contoh : Marchantiales, Jungermaniales, dan Metzgeriales. Contoh spesies: Marchantia polymorpha, Lunularia, dan Porella. Asterella california Manfaat: Marchantia polimorpha, sebagai obat penyakit hati atau lever, hepatitis, menghilangkan racun akibat gigitan ular. Conocephalum conicum, berfungsi sebagai antibakteri, antifungi, mengobati luka bakar dan luka luar. Frullania tamarisci, digunakan sebagai obat antiseptik.

Sporofit ini paling unik di antara lumut lainnya karena berklorofil dan di pangkal kapsulnya terdapat meristem sehingga dapat tumbuh memanjang tidak terbatas dan dapat hidup lama sesudah gametofitnya mati. Terdapat sekitar spesies lumut tanduk, antara lain Anthoceros punctatus, Phaeoceros laevis, Folioceros, dan Leiosporoceros.

Gambar 1. Anthoceros: a.

TDA3653 PDF

Jurnal Doc : bryophyta journal

Agus Salim, Drs. Shalawat dan salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menjadi rahmat sekalian alam. Seiring dengan itu, tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini menjelaskan secara ringkas mengenai Lumut Bryophyta.

AEROFARM GHE PDF

Pengertian Bryophyta : Ciri, Struktur, Manfaat dan Klasifikasinya

Posting terkait: Pengertian Bryophyta ialah tanaman dengan struktur tubuh yang sel-sel penyusunnya telah terspesialisasi. Bryophyta ialah salah satu jenis kormophyta berspora selain dari ciri tumbuhan paku pterophyta. Bryophyta umumnya disebut tanaman lumut yang mampu bertahan hidup di darat dengan keadaan tempat tumbuh yang teduh dan juga lembab. Struktur Bryophyta Struktur bryophyta terdiri atas 8 bagian meliputi Vaginula ialah kaki sporogonium Apophysis ialah ujung seta yang melebar Sprangium ialah kotal spora Kaliptra ialah tudung kotak spora yang berasal dari dinding arkhegonium Kolumela ialah jaringan yang tidak menghasilkan spora Sperkulum ialah tutup kotak spora Peristom ialah gigi yang melungkari operkulum untuk mengeluarkan spora dalam kotak spora Klasifikasi Bryophyta Pada klasifikasi, bryophyta tergolong ke dalam tumbuhan kingdom plantae, divisio yaitu ialah bryophyta, dan terbagi menjadi atas 3 class yaitu ialah Hepaticopsida Hepaticae , Anthocerotopsida Anthocerotae dan juga Bryopsida Musci. Anthocerotopsida, hanya memiliki 1 satu ordo yaitu Anthocerotales.

MICROPROCESSORS AND MICROCONTROLLERS BY AK RAY PDF

Search Menu Abstract Cyanobacteria are a large group of photosynthetic prokaryotes of enormous environmental importance, being responsible for a large proportion of global CO2 and N2 fixation. They form symbiotic associations with a wide range of eukaryotic hosts including plants, fungi, sponges, and protists. The cyanobacterial symbionts are often filamentous and fix N2 in specialized cells known as heterocysts, enabling them to provide the host with fixed nitrogen and, in the case of non-photosynthetic hosts, with fixed carbon. The best studied cyanobacterial symbioses are those with plants, in which the cyanobacteria can infect the roots, stems, leaves, and, in the case of the liverworts and hornworts, the subject of this review, the thallus. The symbionts are usually Nostoc spp. The host plant releases chemical signals that stimulate hormogonia formation and, by chemoattraction, guide the hormogonia to the point of entry into the plant tissue.

Related Articles