JURNAL STERILISASI ALAT KULTUR JARINGAN PDF

Fungsi: membungkus alat kultur yang akan disterilisasi B. Pembahasan Permasalahan dalam kegiatan kultur jaringan tanaman yaitu membuat dan menjaga lingkungan dan alat yang digunakan dalam kondisi aseptik. Lingkungan di sekitar kita banyak terdapat spora dari bakteri dan jamur yang berukuran sangat kecil dan ringan sehingga mudah terbang pada aliran udara yang sangat lemah sekalipun. Bila spora ini kontak dengan media kultur maka spora akan tumbuh dengan cepat. Dalam beberapa hari spora akan tumbuh menjadi koloni yang tumbuh lebih cepat dan mematikan jaringan tanaman.

Author:Akinokazahn Zulkibar
Country:Turkmenistan
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):19 October 2011
Pages:426
PDF File Size:7.10 Mb
ePub File Size:1.55 Mb
ISBN:269-1-66717-858-6
Downloads:28369
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mulrajas



Hal yang paling perlu diperhatikan adalah akurasi, kebersihan dan keamanan saat bekerja dengan teknik kultur jaringan. Penimbangan Pada saat pembuatan media, semua bahan yang ditimbang harus dilakukan dengan hati-hati meskipun untuk pembuatan media dalam skala komersial.

Setiap penggunaan timbangan atau alat-alat lain harus memperhatikan instruksi dari pabrikannya. Jenis timbangan yang sering digunakan di lab antara lain top-loading balance dan analytical balance yang memungkinkan akurasi penimbangan hingga skala milligram. Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan agar diperoleh penimbangan yang akurat adalah i timbangan harus ditempatkan pada tempat yang keras, stabil, permukaannya rata yang bebas getaran dan kebocoran, ii daerah sekitar penimbangan harus terjaga kebersihannya, iii yang terpenting lagi, penimbangan jangan sampai pernah overload, iv penimbangan disarankan menggunakan wadah atau alas yang ringan atau kertas daripada menempatkan bahan yang ditimbang secara langsung di atas piring timbangan.

Gelas ukur kapasitas 10, 25, dan ml banyak digunakan untuk mengukur volume, tetapi pengukuran yang lebih akurat diperlukan labu ukur dan pipet. Pengukuran larutan dengan menggunakan pipet dan labu ukur hanya akan akurat apabila bagian dasar dari cekungan antara air dan udara berada tepat pada tanda pengukuran.

Penggunaan pipet harus dibantu dengan alat penghisap larutan pipetor. Jangan pernah menggunakan mulut untuk memipet. Jenis-jenis pipetor yang umum digunakan antara lain i tipe bola penghisap yang dilengkapi dengan beberapa katup pengontrol, ii pipet penghisap yang dioperasikan menggunakan roda kecil pada bagian atas alat penghisap, iii alat penghisap dengan bantuan pompa udara secara elektrik. Cairan dihisap kedalam pipet dengan menekan tombol bagian atas dan melepaskan cairan dengan menekan tombol bagian bawah, iv pipet mikro, biasanya untuk pengambilan larutan dengan volume yang sangat kecil mikro liter.

Membersihkan peralatan gelas Metoda konvensional pencucian peralatan gelas dilakukan dengan merendam gelas dalam larutan asam kromat yang diikuti pembilasan dengan air kran dan air destilasi. Karena asam kromat dapat menyebabkan korosif, maka cara ini banyak ditinggalkan kecuali untuk peralatan gelas yang terkontaminasi tinggi. Peralatan gelas yang telah dicuci, dikeringkan dalam oven pada suhu oC dibungkus dengan aluminium foil, kemudian disimpan dalam lemari tertutup.

Tujuan Memberikan pengetahuan dan ketrampilan pada mahasiswa agar mahasiswa terampil melakukan sterilisasi ruang, peralatan dan media yang digunakan dalam kultur jaringan. Bakteri dan jamur adalah dua kontaminan yang paling banyak dijumpai dalam kultur. Spora jamur sangat ringan dan ada disekeliling lingkungan.

Apabila spora jamur kontak dengan media kultur dan kondisinya optimal untuk perkecambahan jamur, maka akan terjadi kontaminasi. Sterilisasi Ruang Kultur dan Transfer Sterilisasi ruang kultur yang paling baik adalah dilakukan dengan penggunaan sinar ultraviolet UV. Waktu sterilisasi bervariasi tergantung dari ukuran ruang transfer itu sendiri dan harus dilakukan apabila tidak ada kegiatan dalam ruang tersebut. Radiasi UV sangat berbahaya bagi mata dan kulit.

Lantai ruangan dan dinding harus dibesihkan seminggu sekali dengan bahan yang sama. Sterilisasi Peralatan Gelas dan Peralatan Lain. Peralatan yang terbuat dari metal, gelas, aluminium foil, dll. Semua peralatan tersebut harus dibungkus sebelum di oven, tetapi jangan menggunakan kertas karena akan akan terdekomposisi pada suhu oC.

Sterilisasi dengan menggunakan autoclave tidak dsarankan untuk bahan yang erbuat dari metal karena akan menyebabkan karat. Teknik ini disebut sterilisasi pembakaran flame sterilization. Teknik ini harus dilakukan dengan ekstra hati-hati karena alkohol sangat mudah terbakar.

Autoclave adalah metoda sterilisasi dengan menggunakan tekanan uap air. Bahan-bahan atau alat yang dapat disterilisasi dengan cara autoclave ini antara lain kapas penutup tabung, saringan dari nylon, pakaian lab, tutup plastik, peralatan gelas, pipet, air, dan media kultur.

Hampir semua mikroba dapat mati bila diautoclave pada suhu oC dengan tekanan 15 psi selama menit. Sterilisasi Media Ada dua metoda untuk sterilisasi media yang umum digunakan, yaitu dengan autoclave dan filter membran. Media kultur, air destilasi dan campuran yang stabil dapat disterilisasi dalam autoclave dengan menggunakan wadah yang ditutup dengan kapas, aluminium foil atau plastik.

Akan tetapi, larutan dari bahan-bahan yang bersifat tidak stabil heat-labile harus menggunakan filter. Umumnya media diautoclave pada tekanan 15 psi dengan suhu oC. Tekanan jangan melebhi dari 20 psi karena dapat mengakibatkan dekomposisi karbohidrat dan bahan lain dalam media yang bersifat thermolabile. Beberapa senyawa yang tergolong dalam kelompok protein, vitamin, asam amino, ekstrak tanama, hormon dan karbohidrat ada yang bersifat thermolabile yang mungkin akan mengakibatkan dekomposisi bila disterilisasi dengan autoclave, sehingga harus disterilisasi dengan filter.

Peralatan gelas yang akan menampung media yang disterilisasi dengan filter harus sudah disterilisasi dahulu dengan autoclave. Media yang sebagian mengandung komponen thermolabile, dapat dibuat dengan cara: i larutan yang mengandung komponen heat-stable disterilisasi dengan autoclave, kemudian didinginkan sampai suhu 50ooC pada kondisi steril biasanya dalam laminar , ii pada bagian lain dalam kondisi yang steril, larutan yang mengandung komponen besifat thermolabile disterilisasi dengan filter, iii kedua larutan yang sudah disterilisasi dengan metoda yang berbeda tersebut digabungkan dalam kondisi aseptik.

Sterilisasi Bahan Tanaman Mendapatkan bahan tanaman yang steril merupakan hal yang sulit. Organ atau jaringan tanaman harus disterilisasi dengan larutan disinfektan, karena sebagai bahan biologis tidak dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang ekstrim.

Tidak ada metoda yang baku untuk sterilisasi eksplan, sehingga waktu perendaman dalam larutan disinfektan merupakan kisaran karena tergantung pada jenis bahan dan tanaman yang akan disterilisasi. Untuk tanaman berkayu, umbi dll. Semua permukaan eksplan yang disteriliasi harus terendam dalam sterilan, dan setelahnya harus dibilas dengan akuades steril sekurang-kurangnya tiga kali.

ETHNOMUSICOLOGY AN INTRODUCTION HELEN MYERS PDF

Tulisan Teratas

Hal yang paling perlu diperhatikan adalah akurasi, kebersihan dan keamanan saat bekerja dengan teknik kultur jaringan. Penimbangan Pada saat pembuatan media, semua bahan yang ditimbang harus dilakukan dengan hati-hati meskipun untuk pembuatan media dalam skala komersial. Setiap penggunaan timbangan atau alat-alat lain harus memperhatikan instruksi dari pabrikannya. Jenis timbangan yang sering digunakan di lab antara lain top-loading balance dan analytical balance yang memungkinkan akurasi penimbangan hingga skala milligram.

BABINET COMPENSATOR PDF

KULTUR JARINGAN TANAMAN : STERILISASI PERALATAN

Written by Kultur Jaringan Kultur Jaringan — Dengan ruangan seadanya dan peralatan sederhana, teknik kultur jaringan dapat dilakukan di rumah sendiri. Ukuran gelas piala bervariasi, ml, ml, ml, ml. Pipet, untuk mengambil cairan. Timbangan, untuk menimbang bahan kimia yang diperlukan dalam pembuatan media kultur. Spatula, untuk mengambil bahan kimia yang diperlukan dalam pembuatan media kultur. Sendok kaca, untuk mengaduk media saat persiapan dan saat pemanasan.

MAHASWETA DEVI THE HUNT PDF

Proses sterilisasi alat dan medium dalam kegiatan praktikum atau penanganan sampel mikroba sangat dibutuhkan sterilisasi. Apabila teknik sterilisasi tidak diterapkan maka hasil yang dicapai tidak maksimal dan menimbulkan berbagai kontaminasi baik dari alat maupun media tumbuh mikroba Dwidjoseputro, Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan melalui oven. Agar terbebas dari bakteri yang resisten dan partikel spora, pemanasan harus dapat dilakukan terus menerus dalam waktu yang panjang.

ALMAGESTO DE PTOLOMEO PDF

Latar Belakang Teknik kultur jaringan akan dapat berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. Syarat-syarat tersebut meliputi pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukan kalus, penggunaan medium yang cocok, keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair. Meskipun pada prinsipnya semua jenis sel dapat ditumbuhkan, tetapi sebaiknya dipilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem. Banyak sekali permasalahan yang dapat di teliti untuk menghasilkan bibit secara in vitro,yaitu mulai dari cara budidayanya,eksplan yang di gunakan sampai dengan macam enzim yang di gunakan untuk fusi protoplas. Tujuan dan Kegunaan Adapun tujuan di laksanakannya kegiatan praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat mempraktekkan secara langsung bagaimana teknik penanaman eksplan tebu ke dalam botol yang sudah di berikan media sebelunya. Sedangkan kegunaannya adalah mahasiswa dapat mengetahui teknik penanaman eksplan tebu secara in vitro dan menjadi tambahan wawasan mahasiswa dalam hal budidaya tanaman secara kultur jaringan.

Related Articles