KUMBANG BADAK PDF

Sedangkan untuk masa hidup bisa mencapai 8 bulan untuk kumbang tanduk jantan dan 2 tahun untuk kumbang tanduk betina. Kumbang tanduk merupakan hewan noktural yaitu hewan yang hidup di malam hari sama seperti burung hantu dan kelelawar. Dan juga kumbang tanduk merupakan salah satu jenis kumbang yang terbesar di dunia. Pada siang hari mereka bersembunyi di bawah batang pohon untuk menghindari pemangsa seperti predator.

Author:Daimuro Vizahn
Country:Sao Tome and Principe
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):16 August 2012
Pages:471
PDF File Size:20.41 Mb
ePub File Size:3.11 Mb
ISBN:553-5-41147-961-3
Downloads:24914
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zolozuru



Kumbang badak merupakan salah satu jenis kumbang terbesar di dunia dan adalah hewan nokturnal aktif di malam hari. Saat siang, mereka bersembunyi di bawah batang pohon untuk menghindari predator. Secara proporsional, kumbang badak adalah hewan terkuat di bumi. Mereka bisa mengangkat hingga kali berat badan mereka sendiri. Kumbang badak merupakan salah satu dari spesies kumbang tanduk. Kumbang ini merupakan hama utama yang menyerang kelapa sawit dan sangat merugikan di Indonesia, khususnya di areal replanting yang saat ini sedang dilakukan secara besar-besaran di Indonesia.

Hal ini disebabkan karena pada areal replanting, banyak tumpukan bahan organik yang sedang mengalami proses pembusukan sehingga menjadi tempat yang sangat baik bagi perkembang biakan hama ini. Siklus Hidup Siklus hidup kumbang badak bervariasi tergantung pada habitat dan kondisi lingkungannya. Musim kemarau yang panjang dengan jumlah makanan yang sedikit akan memperlambat perkembangan larva serta ukuran kumbang dewasa menjadi lebih kecil dari ukuran normal.

Satu siklus hidup kumbang badak, dari telur sampai dewasa sekitar bulan. Kumbang ini mempunyai telur yang berwarna putih kekuningan dengan diameter 3 mm. Bentuk telur biasanya oval, kemudian mulai membesar sekitar satu minggu setelah peletakan dan menetas pada umur hari. Stadia larva terdiri atas 3 instar, dan berlangsung dalam waktu hari. Larva berwarna putih kekuningan, berbentuk silinder, gemuk dan berkerut-kerut, melengkung membentuk setengah lingkaran dengan panjang sekitar mm atau lebih.

Prepupa terlihat menyerupai larva, hanya saja lebih kecil dari larva instar terakhir dan menjadi berkerut serta aktif bergerak ketika diganggu.

Lama stadia prepupa berlangsung hari. Pupa berwarna cokelat kekuningan, berukuran sampai 50 mm dengan waktu hari. Kumbang badak berwarna cokelat gelap sampai hitam, mengkilap, panjang mm dan lebar mm dengan satu tanduk yang menonjol pada bagian kepala. Jantan memiliki tanduk yang lebih panjang dari betina sedangkan betina mempunyai banyak rambut pada ujung ruas terakhir abdomen dan jantan tidak.

Umur betina bisa mencapai 2 tahun lebih panjang dari umur jantan sekitar 8 bulan. Kumbang ini akan meletakkan telurnya pada sisa-sisa bahan organik yang telah melapuk. Misalnya batang kelapa sawit yang masih berdiri dan telah melapuk, rumpukan batang kelapa sawit, batang kelapa sawit yang telah dicacah, serbuk gergaji, tunggul-tunggul karet serta tumpukan tandan kosong kelapa sawit.

Adanya tanaman kacangan penutup tanah akan menghalangi pergerakan kumbang dalam menemukan tempat berkembang biak. Selain itu tanaman penutup tanah setinggi 0,,8 m juga dapat mengurangi perkembangbiakan kumbang tanduk. Batang kelapa sawit yang diracun dan masih berdiri sampai pembusukan pada sistem underplanting merupakan tempat berkembangbiak yang paling baik bagi kumbang badak.

Selama lebih dari 2 tahun masa dekomposisi, batang kelapa sawit yang masih berdiri, dapat memberikan perkembangbiakan Hama Kelapa Sawit Seperti telah disebutkan di atas, kumbang badak merupakan salah satu hama tanaman kelapa sawit yang utama. Kumbang O. Kumbang ini jarang sekali dijumpai menyerang kelapa sawit yang sudah menghasilkan TM.

Namun demikian, dengan dilakukannya pemberian mulsa tandan kosong kelapa sawit TKS yang lebih dari satu lapis, maka masalah hama ini sekarang juga dijumpai pada areal TM. Masalah kumbang tanduk saat ini semakin bertambah dengan adanya aplikasi tandan kosong kelapa sawit pada gawangan maupun pada sistem lubang tanam besar. Aplikasi mulsa tandan kosong sawit TKS yang kurang tepat, dapat mengakibatkan timbulnya masalah kumbang tanduk di areal kelapa sawit tua. Sebagai hewan nocturnal, kumbang badak terbang dari tempat persembunyiannya menjelang senja sampai agak malam sampai dengan jam Dari pengalaman diketahui bahwa kumbang banyak menyerang kelapa pada malam sebelum turun hujan.

Makanan kumbang dewasa adalah tajuk tanaman, dengan menggerek melalui pangkal batang sampai pada titik tumbuh. Daun yang telah membuka akan memperlihatkan bentuk seperti huruf V terbalik atau karakteristik potongan serrate. Serangan yang berkali-kali pada tanaman dapat menyebabkan kematian dan menjadi rentan masuknya kumbang Rhyncophorus bilineatus Coleoptera: Curculionidae , juga bakteri ataupun jamur, sehingga terjadi pembusukan yang berkelanjutan.

Dalam keadaan seperti ini tanaman mungkin menjadi mati atau terus hidup tetapi pertumbuhan dan saat berproduksi akan terhambat. Pengendalian 1. Pengendalian Biologi Pengendalian kumbang tanduk O. Jamur M. Jamur ini efektif menyebabkan kematian pada stadia larva dengan gejala mumifikasi yang tampak minggu setelah aplikasi. Baculovirus oryctes juga efektif mengendalikan larva maupun kumbang O. Pengendalian Kimia Pengendalian menggunakan insektisida kimia masih banyak dilakukan.

Insektisida kimia yang dahulu efektif di lapangan adalah organoklorin. Karena toksisisitas organoklorin yang tinggi, maka insektisida tersebut diganti dengan karbofuran yang penggunaannya pada interval minggu untuk mengendalikan kumbang dewasa. Insektisida lain yang dapat digunakan antara lain lambda sihalothrin, sipermetrin, venvalerate, monocrotophos dan chorphyrifos, yang secara signifikan akan mengurangi kerusakan O. Insektisida kimia yang paling efektif untuk mengurangi kerusakan adalah lambda sihalothrin.

Dengan populasi hama yang tinggi, karbofuran semakin lama semakin tidak efektif. Perangkap Feromon. Pemasangan Feromon Upaya terkini dalam mengendalikan kumbang tanduk adalah penggunaan perangkap feromon.

Feromon agregat ini berguna sebagai alat kendali populasi hama dan sebagai perangkap massal. Rekomendasi untuk perangkap massal adalah meletakkan satu perangkap untuk 2 hektar. Secara nominal, penggunaan feromon lebih menghemat dibanding dengan karbofuran atau secara manual. Pada populasi kumbang yang tinggi, aplikasi feromon diterapkan satu perangkap untuk satu hektar. Pemerangkapan kumbang O.

Tutup ember plastik diletakkan terbalik dan dilubangi 5 buah dengan diameter 55 mm. Pada dasar ember plastik dibuat 5 lubang dengan diameter 2 mm untuk pembuangan air hujan. Ferotrap tersebut kemudian digantungkan pada tiang kayu setinggi 4 m dan dipasang di dalam areal kelapa sawit. Selain ember plastik dapat juga digunakan perangkap PVC diameter 10 cm, panjang 2 m. Satu kantong feromon sintetik dapat digunakan selama bulan.

Setiap dua minggu dilakukan pengumpulan kumbang yang terperangkap dan dibunuh. Keefektifannya dapat menjadi lebih tinggi apabila tindakan pengendalian juga dilakukan seperti: Penanaman tanaman kacangan penutup tanah pada waktu replanting. Larva O. Posted by.

H3DE-M1 OMRON PDF

Tinyu PDF Me

Gambaran Umum Kumbang pixabay. Ada sekitar Kumbang sangat luas penyebarannya sehingga sangat mudah ditemukan kecuali di bagian kutub dan lautan. Begitu juga halnya, kumbang dapat hidup dalam berbagai cara dan mereka umumnya mampu menyesuaikan diri dengan ekosistem tempat tinggal. Sebagian dari jenis kumbang bersifat detritus.

ENCICLOPEDIA VIRGILIANA PDF

Metamorfosis atau Siklus Hidup Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Kumbang tanduk dapat ditemukan hampir di semua benua mulai dari Asia, Australia, Amerika, hingga Eropa. Di alam terbuka, kelelawar, tikus, burung, dan rakun adalah musuh alami kumbang tanduk. Lama proses metamorfosis pada kumbang badak atau kumbang tanduk bervariasi tergantung spesies dan lingkungan. Di Indonesia yang beriklim tropik, proses metamorfosis kumbang badak berlangsung cenderung lebih cepat dibanding spesies kumbang badak dari negara dengan 4 musim. Telur Telur Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak Induk betina biasanya meletakkan sekitar 50 butir telur berwarna putih dengan ukuran diameter 3 mm pada tempat yang aman seperti batang pohon mati atau di dalam tanah. Setelah 2 minggu telur-telur akan menetas menjadi larva yang bentuknya mirip ulat berwarna pucat, dengan 3 pasang kaki di bagian depan tubuhnya.

Related Articles